TATA NILAI PERAWAT

Tata nilai adalah seperangkat nilai yang harus dijunjung tinggi oleh seseorang dalam menjalankan tugas dan fungsinya masing-masing. Tata nilai merupakan modal instrinsik yang amat besar pengaruhnya bagi upaya mewujudkan visi dan misi suatu profesi.

CARE

Animation43

McFarlane (1976) mengartikan keperawatan sebagai proses menolong, membantu, melayani, caring, menunjukkan bahwa keperawatan dan caring adalah sesuatu yang tidak terpisahkan dan pada saat yang sama mengindikasikan bahwa beberapa aktivitas praktik dilakukan dalam proses caring di lingkungan keperawatan. Sedangkan menurut Griffin (1980, 1983) yang membagi konsep caring ke dalam dua dominan utama. Salah satu konsep caring ini berkenaan dengan sikap dan emosi perawat sedangkan yang lainnya fokus pada aktivitas yang dilakukan perawat saat melaksanakan fungsi keperawatannya. Griffin menggambarkan caring dalam keperawatan sebagai sebuah proses interpersonal esensial yang mengharuskan perawat melakukan aktivitas peran yang spesifik dalam sebuah cara dengan menyampaikan ekspresi emosi tertentu pada resipien.

Pratt (1980) berpendapat sama bahwa caring adalah kekuatan pendorong utama yang memotivasi seseorang untuk masuk ke dalam profesi keperawatan. Pengaruh caring dapat juga ditunjukkan dalam potensinya untuk menentukan tingkat asuhan keperawatan yang dapat diterima dan diinginkan dalam situasi praktik.

image001

Mengapa perawat harus care?

            Terdapat tiga aspek penting yang mendasari keharusan perawat untuk care terhadap orang lain. Aspek ini adalah aspek kontrak, aspek etika, dan aspek spiritual dalam caring terhadap orang lain yang sakit. Fry (1988) menyatakan beberapa petunjuk tentang caring:

  • Caring harus dilihat sebagai nilai tertinggi untuk membimbing tindakan seseorang.
  • Caring harus dipertimbangkan sebagai sesuatu yang bernilai universal.
  • Caring harus dipertimbangkan secara jelas karena perilaku tertentu (empati, dukungan, simpati, perlindungan, dan lain-lain) diutamakan.
  • Caring harus berkenaan dengan orang lain-harus berpikir untuk menyejahterakan orang lain dan bukan menyejahterakan diri sendiri.Menurut J. Watson, ada tujuh asumsi yang mendasari perilaku caring :
  • Caring hanya akan efektif bila diperlihatkan dan dipraktikkan secara interpersonal.
  • Caring terdiri dari faktor karatif yang berasal dari kepuasan dalam membantu memenuhi kebutuhan dasar manusia atau klien.
  • Caring yang efektif dapat meningkatkan kesehatan individu dan keluarga.
  • Caring merupakan respon yang diterima seseorang tidak hanya saat itu saja namun juga mempengaruhi akan seperti apa seseorang tersebut nantinya.
  • Lingkungan yang penuh caring sangat potensial untuk mendukung perkembangan seseorang dan mempengaruhi seseorang dalam memilih tindakan yang terbaik untuk dirinya sendiri.
  • Caring lebih kompleks dari curing.
  • Caring merupakan inti dari keperawatan.

EMPATHY

Menurut KBBI,  empati adalah keadaan mental yang membuat seseorang mengidentifikasikan atau merasa dirinya dalam keadaan perasaan atau pikiran yang sama dengan orang atau kelompok lain.

Menurut Thomas F. Mader dan Diane C. Mader (1990) empathy adalah kemampuan seseorang untuk share-feeling yang dilandasi kepedulian. Empathy akan membuat kita dapat memisahkan orang lain dengan masalahnya dengan cepat, empathy akan mendorong kita untuk lebih melihat bagaimana menyelesaikan masalah.

Empati membuat pikiran, kepercayaan, dan keinginan seseorang berhubungan dengan perasaannya dan mampu mengetahui pikiran dan mood orang lain. Sebagai perawat, sikap empati sangat diperlukan dalam melakukan asuhan keperawatan pada klien.  Dengan bersikap empati, perawat dapat memisahkan antara klien dengan masalahnya. Empati juga akan membantu perawat dalam melihat bagaimana menyelesiakan masalah yang dialami klien. Tentu saja cara menunjukkan sikap empati satu perawat berbeda dengan perawat lainnya. Agar bisa menjadi perawat yang memiliki sikap empati, perlu adanya cara untuk meningkatkan rasa empati tersebut:

  1. Peduli, perawat perlu peduli kepada pasiennya, salah satunya dengan menjalin komunikasi yang baik antara perawat dengan pasien sehingga pasien akan merasa nyaman karena diperhatikan.
  2. Berlatih, perawat juga perlu berlatih untuk meningkatkan kemampuan sikap empati. Karena jika tidak dilatih, sikap empati tersebut tidak akan berkembang.
  3. Berbagi pengalaman, pengalaman adalah guru terbaik dan melalui berbagi pengalaman khususnya dengan rekan kerja dapat membuat pengetahuan kita lebih luas dan sikap empati itu akan terus berkembang.
  4. Sosialisasi,dengan sosialisasi dengan pasien, perawat akan lebih mengerti akan kebutuhan pasien dan empati itu akan tumbuh dengan adanya kesadaran hati dan perasaan untuk membantu orang lain.

Selain mampu memahami kebutuhan pasien dan membantu menyelesaikan masalahnya, empati juga mampu meningkatkan kompetensi perawat dalam melakukan asuhan keperawatan dan kualitas yang dimiliki oleh perawat itu sendiri.

empathy-e1372105249597

Untuk melatih empathy Daniel Goleman (2001) menyarankan lima hal, yaitu :

  • Cepat menangkap isi perasaan dan pikiran orang lain (understanding others).
  • Memberikan pelayanan yang dibutuhkan orang lain (service orientation).
  • Memberikan masukan-masukan positif atau masukan-masukan yang membangun orang lain (developing others).
  • Mengambil manfaat dari perbedaan, bukan menciptakan konflik dari perbedaan (laveraging diversity).
  • Memahami aturan main yang tertulis atau yang tidak tertulis dalam hubungan kita dengan orang lain (political awareness).

 

ALTRUISM

altruism-1

Altruisme adalah kata yang berasal dari bahasa Latin alteri huic yang berarti untuk yang lain dan definisi harfiahnya adalah untuk mengekspresikan penghargaan pada orang lain sebagai sebuah prinsip dala melakukan tindakan. (Oxford English Dictionary)

Definisi lain menyebutkan bahwa altruisme adalah tindakan suka rela yang dilakukan oleh seseorang atau pun kelompok orang untuk menolong orang lain tampa mengharapkan imbalan apa pun, kecuali mungkin  perasaan telah melakukan perbuatan baik. Sears dkk,(1994). Lebih lanjut dijelaskan perilaku altruistik adalah salah satu dari sisi sifat manusia dengan rela untuk berbuat sesuatu untuk orang lain, tanpa berharap mendapatkan imbalan apa pun.

Sikap dan kualitas pribadi dalam altruism:

  • Perhatian
  • Komitmen
  • Kasihan
  • Kemurahan hati
  • Ketekunan

REFERENSI:

Damaiyanti, Mukhripah. 2008. Komunikasi Terapeutik dalam Praktik Keperawatan. Samarinda: PT Refika Aditama.

Praptiwi, Atlastieka. Caring In Nursing. (Handout: Disampaiakan pada perkuliahan Fundamental of Nursing I Angkatan A 2014 Fakultas Keperawatan UNPAD). (16 Oktober 2014)